Menu

Mode Gelap
Perkuat Disiplin Aparatur, Pemerintah Desa Pleset Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat Pererat Silaturahmi, Dandim Wonogiri Ajak Prajurit dan Keluarga Jaga Kebugaran Lewat Olahraga Bersama Sengketa Batas Sawah di Gentong Berakhir Damai, Para Pihak Sepakati Musyawarah Di Balik Keluhan Solar dan Pupuk, Petani Jururejo Kenang Peran KUD Dimasa Lalu Tingginya Aktivitas di Jalan Sukowati Ngawi Jadi Perhatian Warga, Usulan Fasilitas Keselamatan Mengemuka Dugaan Pergeseran Batas Sawah di Gentong Paron, Penelusuran Lapangan Ungkap Riwayat Pengukuran

Internasional

Wisata Antartika Meningkat, Tapi Jejak Karbon Turis Jadi Perhatian Utama

badge-check

Wisata Antartika Meningkat, Tapi Jejak Karbon Turis Jadi Perhatian Utama Perbesar

Foto penampakan antartika | image by esesnsi tv

 

Antartika, Transisi.net – Tren wisata ke Antartika terus meningkat, menyulut kekhawatiran tentang jejak karbon wisatawan yang besar, meski kontribusinya terhadap industri global masih relatif kecil.

 

Ledakan Wisata dan Emisi Karbon

 

Selain pesona pemandangan ekstremnya, Antartika terbaru jadi pilihan populer. Penelitian dalam Journal of Sustainable Tourism mencatat bahwa musim wisata 2022–2023 menyumbang total emisi 674.696 ton CO₂e — sekitar 6,41 ton per wisatawan, dengan sebagian besar berasal dari penerbangan dan perjalanan kapal. (ABC News, dirangkum dari Journal of Sustainable Tourism)

 

Meskipun angka per wisatawan tinggi, dataset menunjukkan bahwa wisata Antartika hanya merepresentasikan kurang dari 2% emisi industri pelayaran global. (ABC News)

 

IAATO dan Komitmen Terhadap Keberlanjutan

 

Asosiasi operator tur Antartika, IAATO, menegaskan komitmennya terhadap pengurangan emisi dan tanggung jawab lingkungan. Menurut penasihat senior lingkungan mereka, Amanda Lynnes:

 

“Mengurangi emisi absolut adalah bagian penting dari kerja ini.” (ABC News)

 

Lebih lanjut, IAATO dan para anggotanya sepakat untuk melaporkan konsumsi bahan bakar secara musiman dan berupaya mengurangi emisi hingga mencapai net-zero sebelum 2050.(IAATO)

 

Jejak Lingkungan dan Risiko Jangka Panjang

 

Laporan terbaru dari Nature Sustainability mengungkap bahwa lonjakan kunjungan (sampai lebih dari 124.000 turis pada musim 2023–24) memperparah kontaminasi dengan polutan seperti nikel, tembaga, dan timbal—terutama di lokasi-lokasi yang banyak dikunjungi. (Euronews)

 

Dampak ini termasuk mempercepat pencairan salju akibat penyerapan panas dari partikel pencemar—yang disebut dapat meningkatkan kerusakan lingkungan secara signifikan. (Euronews)

 

Apa Artinya bagi Wisata Ramah Lingkungan?

 

Pada akhirnya, meski kontribusi karbon wisatawan Antartika kecil secara relatif, potensi dampak ekologisnya sangat besar. Oleh karena itu, perlu tindakan nyata dari pemerintah, pengelola tur, dan pelancong untuk menjaga kelestarian benua es terakhir bumi ini.

 

Editor     : ( red/tim )

Sumber  :

  1. https://www.abc.net.au/news/2025-08-29/emissions-impact-of-antarctic-tourism-revealed-in-new-report/105703630
  2. https://iaato.org/antarctic-tour-operators-fuel-consumption-be-analysed-they-embark-climate-strategy
  3. https://www.euronews.com/green/2025/08/24/rising-visitor-numbers-are-leaving-a-harmful-human-footprint-on-antarcticas-ecosystems
  4. https://travel.detik.com/travel-news/d-8089774/liburan-ke-antartika-makin-ramai-bikin-bumi-makin-panas

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dilema Jejak Karbon dalam Ekspedisi Riset Ilmiah Global

9 April 2026 - 11:40 WIB

Bali Siap Hadirkan Taksi Air Modern, Kajian Sedang Disusun

24 Agustus 2025 - 16:04 WIB

Rinov–Pitha di Paris: Tumbuhkan Harapan dengan Kenangan Olimpiade

24 Agustus 2025 - 09:46 WIB

Trending di Internasional