Menu

Mode Gelap
Perkuat Disiplin Aparatur, Pemerintah Desa Pleset Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat Pererat Silaturahmi, Dandim Wonogiri Ajak Prajurit dan Keluarga Jaga Kebugaran Lewat Olahraga Bersama Sengketa Batas Sawah di Gentong Berakhir Damai, Para Pihak Sepakati Musyawarah Di Balik Keluhan Solar dan Pupuk, Petani Jururejo Kenang Peran KUD Dimasa Lalu Tingginya Aktivitas di Jalan Sukowati Ngawi Jadi Perhatian Warga, Usulan Fasilitas Keselamatan Mengemuka Dugaan Pergeseran Batas Sawah di Gentong Paron, Penelusuran Lapangan Ungkap Riwayat Pengukuran

Nasional

BGN Hentikan Sistem Bundling MBG, Distribusi Makan Bergizi Gratis Kini Hanya Saat Hari Sekolah

badge-check

BGN Hentikan Sistem Bundling MBG, Distribusi Makan Bergizi Gratis Kini Hanya Saat Hari Sekolah Perbesar

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional menyampaikan perubahan distribusi Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta | foto istimewa

 

 

JAKARTA, transisi.net – Badan Gizi Nasional (BGN) mulai melakukan penyesuaian pola distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari dukungan terhadap kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Melalui penyesuaian tersebut, distribusi MBG yang sebelumnya berjalan enam hari dalam seminggu kini diubah menjadi lima hari mengikuti jadwal aktif belajar peserta didik di sekolah.

Kebijakan itu disampaikan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, dalam siaran pers resmi BGN Nomor: SIPERS-270/BGN/05/2026, Senin (26/5/2026).

“Kita mendukung efisiensi anggaran tersebut. Salah satu bentuk dukungan BGN adalah melakukan perubahan pola pendistribusian MBG yang semula enam hari menjadi lima hari,” ujar Sony.

Menurutnya, penyesuaian dilakukan agar distribusi program lebih efektif, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan penerima manfaat di lapangan.

Ke depan, distribusi MBG hanya dilakukan saat siswa berada di sekolah dan mengikuti kegiatan belajar mengajar secara aktif.

“Konsepnya adalah MBG diberikan pada saat siswa ada di sekolah. Jadi kalau siswanya libur atau ada kegiatan di luar sekolah, maka tidak diberikan MBG,” jelasnya.

Selain perubahan jadwal distribusi, BGN juga resmi menghentikan sistem bundling makanan yang sebelumnya diterapkan ketika terdapat hari libur sekolah di tengah pekan.

Sebelumnya, paket makanan untuk hari libur tetap dibagikan lebih awal agar bisa dibawa pulang oleh siswa. Namun pola tersebut kini tidak lagi digunakan.

“Kalau sebelumnya ada bundling, misalnya hari Rabu dan Kamis libur, maka hari Selasa makanan untuk hari libur ikut dibagikan dalam bentuk paket bawaan. Nah sekarang sudah tidak lagi,” kata Sony.

BGN menegaskan bahwa penyesuaian operasional tersebut tidak berdampak pada pengurangan nilai bantuan maupun kualitas makanan yang diterima peserta didik.

“Tidak ada pengurangan nilai. Yang dilakukan adalah penyesuaian pola distribusi agar lebih efektif dan efisien,” ujarnya.

Menurut BGN, efisiensi difokuskan pada tata kelola distribusi agar penggunaan anggaran negara berjalan lebih optimal tanpa mengurangi substansi program pemenuhan gizi.

Selain mendukung efisiensi anggaran, kebijakan tersebut juga diharapkan mampu mengurangi potensi pemborosan serta menjaga kualitas makanan agar tetap layak saat diterima siswa.

BGN memastikan seluruh penyesuaian operasional Program MBG tetap mengedepankan keberlanjutan pelayanan gizi, akuntabilitas program, serta optimalisasi manfaat bagi masyarakat. (Tim Red ) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Operasi Patuh 2026 Digelar Mulai 8 Juni, Korlantas Fokus Penegakan Digital ETLE

29 Mei 2026 - 14:59 WIB

Pemerintah Mulai Tata Ulang Ecommerce, AI hingga Legalitas Seller Jadi Perhatian

26 Mei 2026 - 13:15 WIB

OJK, MA, dan Kejagung Sepakat Kredit Macet Tak Otomatis Dipidana, Bankir Diminta Tak Takut Salurkan Kredit

15 Mei 2026 - 10:30 WIB

Uji Coba BBM B50 Positif, ESDM Klaim Mesin Aman hingga 40.000 Km

25 April 2026 - 14:51 WIB

Trending di Nasional