NGAWI, Transisi.net – Sebuah rumah milik Budiarti (65), warga Perumahan Loka Wiyata, Desa Jururejo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, mengalami kebakaran pada Selasa (4/8/2026) siang. Peristiwa yang sempat mengundang perhatian warga sekitar tersebut diduga dipicu kompor gas yang masih menyala saat ditinggalkan pemilik rumah.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran mengakibatkan kerusakan pada bagian dapur beserta sejumlah perabot rumah tangga. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.
Dikutip dari Indonesiabuzz , Budiarti yang tinggal seorang diri sebelumnya memasak lauk untuk makan siang. Setelah selesai memasak, ia keluar rumah untuk menemui tetangganya tanpa menyadari kompor gas masih dalam kondisi menyala.
Beberapa saat kemudian, warga sekitar melihat kepulan asap keluar dari dalam rumah. Ketika dilakukan pengecekan, api diketahui telah membakar area dapur. Warga kemudian berupaya melakukan penanganan awal menggunakan peralatan seadanya sambil menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ngawi.
Respons cepat petugas membuat kobaran api berhasil dikendalikan sebelum merambat ke bagian rumah lainnya. Dua unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api menyebar ke bangunan di sekitarnya.
Kapolsek Ngawi Kota, AKP Jais Bintoro, yang datang ke lokasi bersama anggotanya mengatakan hasil penyelidikan sementara menunjukkan penyebab kebakaran berasal dari kompor yang masih menyala ketika pemilik rumah meninggalkan tempat tinggalnya.
“Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan warga sekitar, kebakaran terjadi karena pemilik rumah sedang memasak lalu meninggalkan rumah tanpa mematikan kompor. Masakan gosong hingga akhirnya memicu kebakaran,” ujarnya.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan sehingga pemilik rumah diperkirakan mengalami kerugian material hingga puluhan juta rupiah.
Selain melakukan olah tempat kejadian perkara, petugas kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan kompor gas maupun peralatan lain yang berpotensi memicu kebakaran. Masyarakat diminta memastikan seluruh sumber api telah padam sebelum meninggalkan rumah, meskipun hanya untuk waktu yang singkat.
Petugas Damkar Kabupaten Ngawi memadamkan kebakaran rumah di Perumahan Loka Wiyata yang diduga dipicu kompor gas masih menyala. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah
Sementara itu, di balik keberhasilan proses pemadaman, Damkar Kabupaten Ngawi mengungkapkan masih menghadapi tantangan dalam menjaga kesiapan peralatan operasional. Sejumlah alat yang digunakan saat proses pemadaman diketahui mulai mengalami kerusakan sehingga memerlukan pembaruan.
Komandan Regu Damkar Kabupaten Ngawi, Kukuh Junianto, mengatakan pihaknya menerjunkan dua unit mobil pemadam ke lokasi. Menurutnya, proses pemadaman berlangsung lancar berkat koordinasi antara petugas dan masyarakat sekitar. Namun, beberapa peralatan sempat mengalami kendala teknis saat digunakan.
Ia berharap ke depan peralatan operasional Damkar dapat diperbarui agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal, terutama saat menghadapi situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kelalaian kecil di dalam rumah dapat berujung pada kebakaran yang menimbulkan kerugian besar. Kompor gas yang ditinggalkan dalam kondisi menyala menjadi salah satu penyebab kebakaran rumah yang cukup sering terjadi di berbagai daerah.
Untuk mengurangi risiko tersebut, masyarakat disarankan membiasakan diri melakukan pemeriksaan sebelum meninggalkan rumah. Memastikan kompor telah dimatikan, regulator gas terpasang dengan baik, serta tidak ada sumber api yang masih menyala merupakan langkah sederhana yang dapat mencegah terjadinya musibah.
Selain itu, keberadaan alat pemadam api ringan (APAR) maupun alat pemadam sederhana di lingkungan rumah juga dapat membantu penanganan awal apabila terjadi kebakaran sebelum petugas tiba di lokasi.
Kejadian di Perumahan LokaWiyata ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan masyarakat sekaligus kesiapsiagaan petugas pemadam kebakaran dalam memberikan respons cepat terhadap kondisi darurat. Sinergi antara warga, kepolisian, dan Damkar berhasil mencegah kebakaran meluas sehingga dampak yang ditimbulkan tidak lebih besar. (Tim/red)